Fadhilah Bulan Sya’ban dalam Islam

KlikBanyumas.com – Fadhilah Bulan Sya’ban dalam Islam 
Oleh: Drs. H. Sutrisno Usman AM (Owner Bulletin Dakwah Asy Syifaa’ Purwokerto)

fadhilah bulan syaban

Fadhilah Bulan Sya’ban dalam Islam. Beberapa ulama memberikan penafsiran yang berbeda tentang pengertian Sya’ban, karena muncul (sya’aba) di antara dua bulan mulia yakni terletak antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan. Ada juga yang menafsirkan disebut Sya’ban karena pada zaman dahulu di bulan ini orang-orang Arab berpencar (yatasya’abuun) untuk mencari sumber air. Ada juga yang mengartikan karena orang-orang Arab dahulu berpencar (tasya’ub) di gua-gua. Dalam kitab Ihya Ulumuddin juga disebutkan bahwa kata Sya’ban berasal dari kata Asy Syi’bu, yakin jalan di gunung (jalan kebaikan). Kemudian apabila dikorelasikan antara makna bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan, maka ketiga-tiganya memiliki makna yang sangat penting, dimana pada bulan Rajab adalah saat manusia memohon ampun atas segala dosanya, bulan Sya’ban merupakan bulan rehabilitasi qolbu dari segala cacat, sedangkan bulan Ramadhan adalah merupakan bulan pembakaran dosa. Dengan demikian ketiga-tiganya merupakan mata rantai yang tidak bisa dipisahkan.

Adapun Rasul SAW sendiri biasa mengisi kegiatan di bulan Sya’ban antara lain:

  1. Diisi untuk berpuasa sunnah. Ketika Usamah bin Zaid bertanya kepada Rasul SAW, “Ya Rasulullah, aku belum pernah melihat engkau berpuasa di bulan lain (selain Ramadhan) lebih banyak dari puasa engkau di bulan Sya’ban”. Rasul pun menjelaskan “Bulan itu sering dilupakan oran gkarena diait oleh bulan Rajab dan Ramadhan Padahal pada bulan itu (Sya’ban) diangkat amalan-amalan (manusia dan dilaporkan) kepada Tuhan Rabbul ‘Alamien. Karena itu aku ingin agar ketika amalanku diangkat naik, aku tengah berpuasa.” (H.R. Ahmad dan Nisa’i). Adapun Rasul SAW berpuasa di bulan Sya’ban melebihi bulan-bulan selain Ramadhan, paling tidak memiliki 3 alasan yaitu:
    • Karena Rasul SAW melihat bulan Sya’ban manusia banyak yang melalaikan bulan tersebut.
    • Beliau sering bepergian jauh, sehingga hari-hari yang mestinya disunnahkan berpuasa kadang terlewatkan sehingga Rasul SAW membayar puasa sunnah itu dengan berpuasa di bulan Sya’ban.
    • Para isteri Nabi sering meng-qadha puasanya pada bulan Sa’ban, maka Rasul pun memanfaatkannya untuk bersama isteri-isteri beliau berpuasa walaupun niatnya berbeda.
  2. Memanfaatkan malam pengampunan di malam Nishfu Sa’ban.

Abu Musa Al Asy’ari meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sesungguhnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban mengawasi seluruh makhluq-Nya dan mengampuni semuanya kecuai orang musyrik dan orang yang saling bermusuhan.” (H.R. Ibnu Majah).
Untuk itu Rasul SAW memerintahkan untuk mensikapi nishfu syaban dengan shalat sunnah di malam hari dan berpuasa di siang harinya.

Sayyidina Ali RA pernah menyampaikan sabda Rasulullah SAW: “Jika malam nishfu sya’ban tiba, maka shalatlah di malam harinya, dan berupasalah di siang harinya, sesungguhnya Allah menyampaikan pemberitahuan-Nya pada malam itu hingga ke langit dunia sejak matahari tenggelam. (Isi pemberitahuannya) “Ketahuilah siapa saja yang minta akan Aku beri permitaannya, jika ada yang meminta ampun akan Aku ampuni, jika ada yang meminta rizqi maka Aku beri dia rizqi”…hingga terbit fajar.” (H.R. Ibnu Majah).

Demikian artikel mengenai Fadhilah Bulan Sya’ban dalam Islam. Semoga amal kita di saat Nishfu Sya’ban nanti diridhai Allah SWT. Amien Ya Robbal ‘Alamien.

KlikBanyumas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>