Sungai Banjaran dalam Legenda Kamandaka

KlikBanyumas.com. Sungai Banjaran dalam Legenda Kamandaka.

sungai banjaran

Sungai Banjaran dalam Legenda Kamandaka. Sungai Banjaran merupakan sungai besar yang membelah tengah kota Purwokerto. Sungai ini melewati beberapa kecamatan di wilayah kabupaten Banyumas diantaranya adalah Baturraden, Kedungbanteng, Purwokerto Utara, Purwokerto Barat, Purwokerto Selatan, Purwokerto Timur dan bermuara di sungai Serayu di kecamatan Patikraja.

Sungai Banjaran mempunyai banyak arti misalnya ditilik dari sisi nilai sejarah budaya, sosial dan ekonomi. Dari sisi ekonomi sungai ini mempunyai peranan penting. Banyak sektor usaha pertanian, perikanan dan perkebunan masyarakat di sepanjang sungai Banjaran bergantung pada debit air sungai itu. Sungai Banjaran yang mempunyai hulu di gunung Slamet ini mengalir sepanjang 25 kilometer sampai akhirnya bermuara di sungai Serayu (di daerah Patikraja).

Pada masa penjajahan dahulu orang-orang Belanda pun sudah melihat bahwa sungai Banjaran berpotensi tinggi secara energi sehingga dibuatlah sebuah PLTA yang berlokasi di Ketenger di desa Melung, sebuah desa di lereng selatan gunung Slamet. PLTA ini digunakan untuk memproduksi listrik yang dialirkan ke kota Purwokerto, Purbalingga, Gombong, Karanganyar dan Kebumen. Namun sayangnya desa Melung sendiri malahan baru bisa menikmati aliran listrik tersebut mulai tahun 1994.

Dari sisi budaya, asal usul sungai Bajaran terkait erat dengan Legenda Kamandaka.  Saat itu Raden Kamandaka (nama lain dari Raden Banyak Catra putra Mahkota Prabu Siliwangi, Raja Pajajaran) sedang dalam pelarian. Raden Kamandaka membasuh lukanya di pinggir sungai tersebut yang akhinya diberi nama Bancaran karena aliran airnya yang deras dan akhirnya nama Bancaran berkembang menjadi Banjaran. Selain itu dalam perjalanannya Raden Kamandaka juga memberi nama pada beberapa tempat di kabupaten Banyumas yang dilewatinya antara lain Sawangan, Kober, Bobosan, Karanganjing dan Kedungbanteng yang nama-nama tersebut masih tetap lestari sampai sekarang.

Sungai Banjaran juga pernah terpilih sebagai objek utama aksi sosial oleh komunitas  Masyarakat Purwokerto Peduli (artikel aksi sosial ini selengkapnya dapat anda baca dalam artikel Bersih Sungai Banjaran Hari Bumi Purwokerto Banyumas 2012).

Dan uniknya, tahukan anda siapa penghuni di tempat hulu sungai Banjaran? Salah satunya, tak lain dan tak bukan adalah seekor elang Jawa alias si burung Garuda..,” terang Muis salah satu panitia aksi sosial Bersih Sungai Banjaran Purwokerto Banyumas 2012 saat ditemui di Markas Kodim Wijayakusuma Purwokerto seusai kegiatan berlangsung.
Elang Jawa memang ditemukan bersarang di sekitar hulu sungai Banjaran di lereng selatan gunung Slamet dan dilindungi oleh UU No. 5 tahun 1990 dan PP no. 7 tahun 1999 dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun bagi yang memeliharanya. Demikian artikel Sungai Banjaran dalam Legenda Kamandaka. (Masyarakat Purwokerto Peduli/KlikBanyumas.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>